Usaha Kecil
Jumat, 23 Januari 2009
Minggu, 11 Januari 2009
profil pribadi
BIO DATA PRIBADI
NAMA : AMIN PRAJOGO, SE
NIP : 500120648
UNIT KERJA : SMK N I PURWODADI GROBOGAN JAWA TENGAH 58164.
NAMA : AMIN PRAJOGO, SE
NIP : 500120648
UNIT KERJA : SMK N I PURWODADI GROBOGAN JAWA TENGAH 58164.
RIWAYAT HIDUP :
Aku lahir di desa Gubug Grobogan, 09 juli 1968. Lahir dalam keadaan yang prihatin. Ekonomj mahal dan paceklik ( gagal panen ). Satu keluarga aku nomer 4 dari 6 bersaudara.
Orang tua berprofesi sebagai guru sekolah dasar didesaku. Dengan penghasilan pas-pasan membutuhkan ketabahan dan ketekunan untuk membimbing anak-anaknya.
Aku sekolah TK taman kanak pertiwi tahun 1975 digubug. Kulalui dengan ceria bermain bersama dengan teman sebaya sampai tidak mau naik kelas satu dan kulalui sekolah taman kanak-kanak selama 2 tahun.
Pertama masuk SD kulalui dengan rasa takut melihat teman-teman ceria ditemani orang tua masing-masing sedangkan aku sendiri tanpa didampingi. Kulangkahkan kaki masuk ruang kelas aku tanpa mempunyai teman dan kucari tempat duduk ternyata ada dibelakang. Semua persediaan apa adanya yang menyiapkan orang tua. Kulalui hari pertama masuk kelas dengan hati lega aku dapat teman yang kasusnya sama denganku dan sampai sekarang aku jadi sahabatnya.
Masa sekolah di SD kulalui dengan banyak kasus dan cerita yang tak terlupakan. Ada cerita yang kuingat sampai sekarang. Aku bermain ayunan dengan teman main ayunan dari ban sepeda, ada temanku bernama Rio yang tangannya terkena kawat ban nyantol ditangan dan akhirnya ayunan ban itu terpaksa dipotong dan dibawa ke PUSKESMAS Gubug. Sejak peristiwa itu aku kehilangan ayunan kesayangan.
Pengalaman mandi disungai belakang rumah, aku berlima mandi disungai ada teman yang terseret arus deras kami berempat panik. Ada yang cari tali, kayu bambu dan aku sendiri berlari menyusuri sungai nunggu dijamban sampai teman saya timbul. Akhirnya aku tak sia-sia dia nimbul tengelam timbul lagi dengan sekuat tenaga aku jambak rambutnya kuangkat sekuat tenaga dibantu teman yang lainnya.
Kulalui masa sekolah SD dengan keceriaan dan segudang pengalaman tak terlupakan sebagai memori hidupku. Sampai sekarang jika ketemu dengan teman-teman SD kita bincang-bincang masa kecil apalagi lihat fotoku yang masih lugu dan ceria tanpa beban.
Masa sekolah SLTP kulalui dengan teman SD 8 orang yang meneruskan ke SLTP N I Gubug, Banyak temanku yang meneruskan di SLTP Keluarga Gubug. Jika waktu dapat diputar lagi ingin aku ulangi lagi masa kecilku.
Masa SLTA kulalui tanpa masa depan sebab keinginan dan kenyataan tak sama. SMA aku belajar berusaha semaksimal mungkin. Ternyata tak semudah yang kuharapkan, banyak anak-anak yang tak suka denganku, sebab aku tertutup dan pendiam. Aku dengan teman acuh tak acuh dan respon yang minim. Dengan peraturan yang ketat, disiplin tinggi dan hukuman yang mengikat membuat aku sekolah yang penting tak membuat masalah seperti pesan orang tua " Nak sekolahlah yang baik dan turutilah peraturan jangan sekali melanggar, Jaga nama baik orang tua dan diri ".
Hanya pramuka yang dapat membuka sedikit demi sedikit sifatku yang tertutup dengan teman-teman. Mulailah aku kenal teman Godong yang sampai sekarang jadi sahabat karib, Kami seperti keluarga dan terjadi pertemuan ruti.
Lulus SMA N I Godong aku melanjutkan keperguruan tinggi. Bekal bergaul dalam pramuka menolong diriku bergaul mencari teman baru yang lebih luas lagi. Masa kuliah kuisi dengan keceriaan lebih luas dan lebih enjoi.
Orang tua berprofesi sebagai guru sekolah dasar didesaku. Dengan penghasilan pas-pasan membutuhkan ketabahan dan ketekunan untuk membimbing anak-anaknya.
Aku sekolah TK taman kanak pertiwi tahun 1975 digubug. Kulalui dengan ceria bermain bersama dengan teman sebaya sampai tidak mau naik kelas satu dan kulalui sekolah taman kanak-kanak selama 2 tahun.
Pertama masuk SD kulalui dengan rasa takut melihat teman-teman ceria ditemani orang tua masing-masing sedangkan aku sendiri tanpa didampingi. Kulangkahkan kaki masuk ruang kelas aku tanpa mempunyai teman dan kucari tempat duduk ternyata ada dibelakang. Semua persediaan apa adanya yang menyiapkan orang tua. Kulalui hari pertama masuk kelas dengan hati lega aku dapat teman yang kasusnya sama denganku dan sampai sekarang aku jadi sahabatnya.
Masa sekolah di SD kulalui dengan banyak kasus dan cerita yang tak terlupakan. Ada cerita yang kuingat sampai sekarang. Aku bermain ayunan dengan teman main ayunan dari ban sepeda, ada temanku bernama Rio yang tangannya terkena kawat ban nyantol ditangan dan akhirnya ayunan ban itu terpaksa dipotong dan dibawa ke PUSKESMAS Gubug. Sejak peristiwa itu aku kehilangan ayunan kesayangan.
Pengalaman mandi disungai belakang rumah, aku berlima mandi disungai ada teman yang terseret arus deras kami berempat panik. Ada yang cari tali, kayu bambu dan aku sendiri berlari menyusuri sungai nunggu dijamban sampai teman saya timbul. Akhirnya aku tak sia-sia dia nimbul tengelam timbul lagi dengan sekuat tenaga aku jambak rambutnya kuangkat sekuat tenaga dibantu teman yang lainnya.
Kulalui masa sekolah SD dengan keceriaan dan segudang pengalaman tak terlupakan sebagai memori hidupku. Sampai sekarang jika ketemu dengan teman-teman SD kita bincang-bincang masa kecil apalagi lihat fotoku yang masih lugu dan ceria tanpa beban.
Masa sekolah SLTP kulalui dengan teman SD 8 orang yang meneruskan ke SLTP N I Gubug, Banyak temanku yang meneruskan di SLTP Keluarga Gubug. Jika waktu dapat diputar lagi ingin aku ulangi lagi masa kecilku.
Masa SLTA kulalui tanpa masa depan sebab keinginan dan kenyataan tak sama. SMA aku belajar berusaha semaksimal mungkin. Ternyata tak semudah yang kuharapkan, banyak anak-anak yang tak suka denganku, sebab aku tertutup dan pendiam. Aku dengan teman acuh tak acuh dan respon yang minim. Dengan peraturan yang ketat, disiplin tinggi dan hukuman yang mengikat membuat aku sekolah yang penting tak membuat masalah seperti pesan orang tua " Nak sekolahlah yang baik dan turutilah peraturan jangan sekali melanggar, Jaga nama baik orang tua dan diri ".
Hanya pramuka yang dapat membuka sedikit demi sedikit sifatku yang tertutup dengan teman-teman. Mulailah aku kenal teman Godong yang sampai sekarang jadi sahabat karib, Kami seperti keluarga dan terjadi pertemuan ruti.
Lulus SMA N I Godong aku melanjutkan keperguruan tinggi. Bekal bergaul dalam pramuka menolong diriku bergaul mencari teman baru yang lebih luas lagi. Masa kuliah kuisi dengan keceriaan lebih luas dan lebih enjoi.
Langganan:
Postingan (Atom)